REKOMENDASI PFKS THD ADANYA OBAT YANG KADALUARSA

TOBOALI – Adanya stok obat yang sudah kadaluasa di RSUD Toboali dinilai Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menunjukkan kelemahan manajemen obat RSUD. “Pengadaan obat-obatan tesebut yang telah kadaluarsa tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujar Ketua Fraksi PKS, Kapid Maid, Selasa (24/7).

Karenanya, Dewan meminta RSUD Toboali Basel melakukan pengawasan secara ketat terhadap penggunaan obat-obatan bagi pasien. Sebab, perencanaan, pengawasan dan penggunaan obat-obatan di rumah sakit merupakan tanggung jawab pihak pengelola. “RSUD bukan unit pelayanan teknis (UPT) yang berada di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, melainkan sudah berbentuk badan layanan umum daerah yang memiliki kebijakan tersendiri,” jelasnya.

Menurut Kapid, pengadaan obat-obatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab direktur rumah sakit. Untuk itu, direktur harus melakukan perencanaan, pengawasan dan penggunaan obat-obatan di rumah sakitnya, sementara Dinkes hanya bisa masuk RSUD jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti saat wabah penyakit demam berdarah. “Jika hal itu didiamkan dan tidak dilakukan oleh RSUD, maka dapat menyebabkan keberadaan obat kadaluarsa di RSUD sulit dicegah. Padahal aktualnya sering ada laporan dari masyarakat pengguna jasa puskesmas dan terutama RSUD yang melaporkan banyak obat yang tidak ada di rumah sakit dan harus dibeli di apotik tertentu sesuai dengan resep dokter,” bebernya.

Karenanya, Kapid menuturkan Fraksi PKS merekomendasikan Pemkab Basel membentuk UPTD Farmasi di lingkungan RSUD Toboali serta segera membentuk pelayanan umum daerah (BLUD) untuk mengatasi masalah tersebut. Tak hany itu, pihak terkait juga harus melakukan penerapan first in first out untuk barang tertentu, serta melakukan stok opname yang optimal bukan hanya dilakukan dengan kira-kira.

Terpisah, Kepala Direktur RSUD Toboali, Agus Lamasi, menjelaskan obat kadaluarsa merupakan hasil penumpukan stok mulai tahun 2007. “Benar, jadi banyak item obatnya. Obat yang kadaluarsa itu hasil penumpukan mulai dari obat bufferstock tahun 2007 karena belum pernah ada pemusnahan,” ujarnya singkat. (RB)

By FRAKSI PKS DPRD BASEL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s