TARGET PAD DARI PEMKAB BASEL HANYA 17 MILYAR, BANGGAR PENGIN LEBIH DARI 20 MILYAR

TOBOALI – Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) Bangka Selatan (Basel) kembali melanjutkan rapat Banggar (Badan Anggaran) yang membahas KUA PPAS tahun 2013. Dalam lanjutan rapat ini, tim menyampaikan estimasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 17.248.645.504, dengan rincian estimasi meliputi pajak daerah Rp 3.475.676.000, retribusi daerah Rp  2.112.248.000 dan pengelolaan kekayaan daerah yg dipisahkan sebesar Rp  5.750.000.000.
 
Anggota Banggar DPRD Basel, Samsir, Senin (13/8) kemarin, menuturkan pihaknya sangat berharap Pemda Basel yang diwakili TAPD bisa berkomitmen meningkatkan target PAD karena target yang ada saat ini belum sesuai dengan potensi PAD yang dimiliki Basel. Selain itu, TAPD juga diminta untuk menggali potensi PAD dari sektor yang masih bisa dioptimalkan untuk meningkatkan PAD seperti pajak sarang burung walet. “Dari total objek pajak, sarang burung walet yang ada dan berproduksi sekitar 54 objek pajak yang tersebar di wilayah Basel,” papar politisi PKS ini.
 
Lebih lanjut, dia menuturkan berdasarkan data yang dimilikinya, DPPKAD hanya ditargetkan sekitar Rp250 juta per tahun, naik Rp 20 juta dibandingkan dengan 2011 lalu. “Padahal jika kita asumsikan dengan harga Rp10 juta per kilonya dengan produksi 1,5 kilo per produksi dengan jangka waktu produksi 2,5 bulan dengan pajak 10 persen, maka terdapat potensi pajak daerah sebesar Rp405 juta. Padahal, kadang 1,5 bulan ada yang panen. Untuk retribusi daerah dari sektor retribusi daerah Pemkab hanya diestimasikan targetnya sebesar Rp2.112.248.000, masih bisa ditingkatkan dari potensi yang ada,” katanya.
 
Sementara, PAD dari sektor retribusi menara pengawas Telkom yang hanya ditargetkan Rp50 juta menurut Samsir juga masih bisa ditingkatkan. “Padahal dengan Rp 70 juta lebih maka berpotensi pendapatan retribusi menara telekomunikasi Rp300 juta. Untuk retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) diestimasikan targetnya hanya Rp200 juta. Jika diasumsikan setiap desa ada yang membangun 10 rumah per tahun dengan jumlah desa 50 dan jumlah kelurahan 3, maka dengan perkiraan retribusi per rumah Rp500 ribu maka ada potensi sebesar Rp265 juta dengan asumsi minimum. Sementara, untuk retribusi izin gangguan ini diestimasikan targetnya hanya Rp150 juta, sedangkan ini hampir semua menara pengawas itu belum memiliki izin gangguan. Lalu, sumbangan pihak ketiga sampai saat ini belum optimal padahal kita memiliki banyak perusahaan sawit sebanyak 8 perusahaan dan kapal isap produksi (KIP) sebanyak 7 unit. Belum optimalnya kapal isap tersebut kecuali dari royalti dan fee sebesar Rp 1.000 per kilo timah dan hanya masuk Rp6 miliar per tahunnya yang dianggarkan ke dana hibah Pemkab Basel,” paparnya. (tom)
By FRAKSI PKS DPRD BASEL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s