TI RAMBAH KAWASAN PERTANIAN DESA RIAS

TOBOALI – Aktifitas Tambang Inkonvensional (TI) darat kembali merambah bendungan persawahan Desa Trans Rias, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Anggota Komisi B DPRD Basel, Samsir, menjelaskan permasalahan aktivitas tambang di areal persawahan Desa Rias tidak akan bisa diselesaikan jika tidak ada tindakan yang sifatnya untuk solusi dan permanen. “Bila penyelesaiannya seperti ini, tetap akan kejar-kejaran saja dan semestinya Pemkab Basel melalui dinas terkait yaitu Dinas Pertanian dan Perternakan (Distanak) harus mengambil kebijakan. Jangan sampai terkesan adanya pembiaran terhadap aktivitas tersebut untuk berhenti dengan sendirinya. Tidak akan mungkin aktivitas tambang itu berhenti karena ini menyangkut urusan perut,” ungkap Samsir kepada RB, Senin (27/8) kemarin.
 
Dia menambahkan, “Mereka tidak akan pernah berhenti jika tidak ada tindakan tegas dari Pemkab Basel, baik itu dinas terkait maupun Satpol PP. Untuk itu, kita mengharapkan Pemkab Basel melalui dinas terkait dapat mengambil kebijakan permanen dengan segera menetapkan daerah Rias sebagai daerah pertanian pangan berkelanjutan dan mencari tempat untuk berusaha bagi masyarakat tambang itu dengan mencari tempat untuk WPR (Wilayah Penambangan Rakyat). Satpol PP harus difungsikan sebagaimana mestinya dalam penegakan Perda (Peraturan Daerah).”
 
Sementara, Kabag Ops Polres Basel, Kompol Heru Hedi Handoko, seizin Kapolres Basel, AKBP M Yusuf, mengungkapkan sedikitnya ada 20 unit pron mesin TI mini yang sudah beroperasi maupun akan beroperasi di kawasan bendungan persawahan Desa Rias. “Tadi pagi (Senin-red) sekitar pukul 10.00 WIB kita melakukan penertiban bersama-sama, diantaranya Kasat Reskrim, Kasat Intel, Kasat Tahti dan Kapolsek Toboali serta anggota lainnya. Tiga unit mesin TI kita amankan yaitu 1 unit mesin tanah, 1 unit mesin robin dan 1 unit mesin TI mini untuk dijadikan barang bukti (BB) hasil penertiban. Sementara, penambang kita himbau agar dapat membongkar peralatan dengan sendirinya mengingat kawasan ini adalah kawasan pertanian,” terangnya.
 
Selain itu, Heru menjelaskan lokasi aktivitas tambang juga berdekatan dengan saluran irigasi persawahan sehingga mengganggu program pertanian Pemkab Basel. “Kita minta kepada para penambang serta pemilik TI untuk membongkar dengan sendirinya. Jika masih melakukan aktivitas di areal yang serupa, maka akan segera kita tindak tegas serta diproses secara hukum,” tegasnya.
 
Lebih lanjut, Heru menuturkan recananya Senin (3/9) depan pihaknya akan melakukan penertiban aktivitas TI apung di perairan laut Payak Ubi dan Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, secara besar-besaran. Penertiban aktivitas TI Apung tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemkab Basel. “Selama ini bukannya tidak ditertibkan, tapi terkendala peralatan seperti speedboat. Semoga penertiban nantinya membuahkan hasil dan tidak ada lagi aktivitas pertambangan TI Apung di perairan laut Payak Ubi dan Sukadamai yang meresahkan para nelayan. Untuk itu, sekali lagi kita himbau kepada para penambang, baik itu yang berada di areal persawahan maupun di wilayah tangkap nelayan, agar dapat menghentikan aktivitasnya dengan cara melakukan pembongkaran sendiri sebelum kita mengambil tindakan tegas. Mari kita bersama-sama mendukung program pertanian yang telah dicanangkan oleh Pemkab Basel,” tandasnya. (tom)
 
By FRAKSI PKS DPRD BASEL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s