PENYERAPAN APBD BASEL TAHUN 2012 RENDAH

BP3MD Siap Jemput Bola ke SKPD
 
TOBOALI – Lambannya daya serap APBD dalam pelaksanaan program dan kegiatan SKPD mendorong Kepala BP3MD Basel, Mangapul Sormin, gencar melakukan rapat monitoring dan evaluasi khususnya terhadap pelaksanaan program kegiatan fisik dan non fisik tahun anggaran 2012. “Oleh karena itu, saya menghimbau kepada tiap-tiap SKPD untuk proaktif menyampaikan laporan progress (perkembangan-red) setiap kegiatan yang dilaksanakan. Bila sampai hingga bulan ini juga belum ada laporanya, kita akan menjemput sendiri ke masing-masing SKPD,” ujar Sormin kepada RB, Senin(10/9).
 
Selain menyinggung lambannya SKPD dalam merealiasasikan programnya, Sormin juga menyoroti adanya beberapa proyek yang cederung bermasalah seperti proyek yang tidak selesai pengerjaannya atau diputus kontraknya. “Saya ingatkan, segera laporkan seluruh proyek yang cenderung bermasalah secepatnya dan saya akan meminta pertanggungjawaban SKPD terkait terhadap masalah tersebut. Karena permasalahan ini tentunya akan saya laporkan ke Bupati,” tegasnya.
 
Kepada  panitia pengadaan barang/jasa, Sormin meminta untuk dilakukan evaluasi menyeluruh, serta meminta pihak panitia Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk meningkatkan koordinasinya agar lebih proaktif mulai dari perencanaan, pengawasan, hingga serah terima akhir pekerjaan. “Jadi, pada intinya penegasan ini bertujuan agar SKPD lebih peduli terhadap daerah ini, khususnya terhadap proyek yang  bermasalah dan melakukan rencana aksi,” tukasnya.
 
Berdasarkan data DPRD Basel, serapan APBD Basel sampai awal triwulan ketiga baru mencapai 30 % artinya dalam waktu 3 bulan harus menyerap kurang lebih 70 % APBD dalam bentuk kegiatan.Hampir sebagian besar yang belum terserap adalah belanja fisik atau belanja langsung. “Apalagi sekarang sudah mulai memasuki musim hujan. Kami sangat pesimis serapan APBD BASEL tahun anggaran 2012 ini akan lebih dari dari tahun anggaran 2011 yang mencapai 89 %,” ujar Samsir, anggota DPRD Basel saat dikonfirmasi RB, Senin (10/9).
 
Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah minimnya serapan APBD tahun ini yang sampai awal triwulan ketiga seharusnya sudah terserap di atas 60 %. Padahal pada tahun anggaran 2012 ini Pemkab Basel sudah melaksanakan pengadaan barang dengan Sistim Pelelangan Secara Elektronik ( SPSE ) dengan membentuk Lembaga Pelelangan Secara Elektronik (LPSE). LPSE wajib memenuhi persyaratan sebagaimana UU No. 11 tahun 2008 pasal 15, 16, dan 109 ayat 7 tentang informasi dan transaksi elektronik. “Kami FPKS mengingatkan agar LPSE mengontrol kerja dari ULP jangan sampai kerja ULP melalui pokja-pokja yang ada melakukan prosedur pekerjaan yang menyimpang dari yang sudah dimanatkan oleh Perpres 54 tahun 2010,” tegasnya, seraya menghimbau Pemkab Basel segera malakukan evaluasi atas rendahnya serapan APBD tahun 2012 sehingga kinerja Pemkab Basel ke depan semakin baik. (rb)
By FRAKSI PKS DPRD BASEL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s