PERTUMBUHAN EKONOMI BASEL DINILAI LAMBAT

  • In-efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah
  • Kontribusi Sektor Tambang dan Kebun Turun

TOBOALI – Sekretaris Fraksi PKS, Samsir mengungkapkan efektivitas dampak alokasi anggaran tahun 2011 terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Basel belum menampakan hasil yang significan. Hal ini dilihat dari sedikitnya perubahan pada struktur kondisi makro ekonomi daerah yang merupakan dampak agregasi dari kondisi ekonomi mikro yang ada di Bangka Selatan. Dilihat dari sisi lambatnya pertumbuhan ekonomi Bangka Selatan dari Produk Domestik Regional Bruto 0,28 % dari tahun 2010 dengan peningkatan pendapatan sebesar 20,6 % sangat tidak significant. Demikian dikatakannya menanggapi Pelaksanaan APBD tahun 2011 kepada wartawan belum lama ini.
Menurut Politisi PKS ini, hal yang kontradiktif adalah justru penurunan terbesar malah dari kontribusi sektor perkebunan yang merupakan sektor unggulan dalam menwujudkan visi kepala daerah yaitu sebesar 5,6 %  ( 7,2 % tahun 2010 dan 2,04 % tahun 2011) dibandingkan tahun 2010. ini mengindikasikan bahwa alokasi anggaran yang cukup besar di Dinas Perkebunan Basel tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Bangka Selatan.
“Ini artinya terjadi in-efektivitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Sebagai bukti konkrit adalah gagalnya program pengadaan bibit karet yang hanya hidup lebih kurang 40 % dan distribusi ke masyarakat tidak tepat sasaran,” imbuhnya.
Samsir juga menyinggung sektor pertambangan pada tahun 2011 yang merupakan andalan dalam peningkatan Pendapatan Asli daerah justru kontribusinya terhadap PDRB juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010 sebesar 3,32 %. Penurunan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki tidak ekonomis karena tidak dapat mengoptimalkan untuk kepentingan masyarakat. Padahal, kata Samsir, hampir setiap jengkal Bumi Junjung Besaoh ini kaya akan bahan tambang seperti timah bahkan mineral tanah jarang yang sama sekali belum terekplorasi dan terkelola dengan baik.
“Kegiatan pertambangan yang melibatkan investor yang bergerak pada bidang Kapal Isap Produksi (KIP) sama sekali tidak bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di sektor pertambangan dan dari sisi kewajiban investor baik itu dalam bentuk sumbangan pihak ketiga maupun dalam bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR) belum memberikan kontribusi yang tidak sebanding dibandingkan dengan tingkat kehilangan lahan produktif dan kerusakan lingkungan pasca penambangan,” tukasnya. (raw/6) 

Iklan
By FRAKSI PKS DPRD BASEL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s