Pertanian dinilai tidak fokus

TOBOALI – Anggota Komisi B DPRD Bangka Selatan (Basel), Samsir, mengungkapkan Provinsi Bangka Belitung (Babel) khususnya Basel masih memiliki cadangan lahan pertanian sekitar 24 ribu hektar dan baru diolah kurang lebih 17 ribu hektar. Tahun ini, percetakan lahan baru melalui dana Bansos (Bantuan Sosial) dari Kementan seluas 2 ribu hektar dengan pagu dana sebesar Rp 22 miliar, sedangkan tahun 2013 perluasan lahan seluas 5 ribu hektar dengan syarat realisasi tahun ini berjalan sukses. “Program ektensifikasi pertanian malah berimbas kepada kebijakan pemerintah yang seolah-olah tidak memfokuskan program intensifikasi pertanian. Sampai saat ini Basel baru mencapai produksi beras kurang lebih 5 ton per hektar per tahunnya, sehingga masih jauh dari target yang ditetapkan oleh Presiden dengan program swasembada beras 10 ton untuk setiap hektar lahan sawah per tahunnya. Bukan itu saja, hal ini juga disebabakan tidak adanya upaya dari dinas terkait meningkatkan produksi pertanian, serta rendahnya komitmen Pemda untuk meningkatkan produktifitas pertanian di wilayah Basel,” tuturnya, Senin (24/9).

Lebih lanjut, Samsir mengungkapkan banyak lahan sawah yang sudah dicetak yang ditinggalkan oleh petani karena gagap panen yang disebabkan kendala distribusi air yang masih mengandalkan air hujan dan minimnya bimbingan dari PPL (Petugas Penyluh Lapangan) tentang teknis peningkatan produksi padi. “Kita menyarankan ada kebijakan dari Pemkab Basel melalui dinas terkait yaitu penyusunan program yang terintegrasi melalui lintas SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) antara Pekerjaan Umum (PU) dan pertanian, agar membuat program sistem irigasi yang representatif baik saluran primer maupun tersier. Sehingga nantinya dapat menyediakan distribusi air secara kontinyu tanpa dibatasi oleh musim kemarau ataupun hujan. Dengan adanya distribusi air yang representif, keinginan petani untuk bertani akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Selain itu, Samsir juga meminta pemberdayaan peran PPL untuk melakukan bimbingan serta penyuluhan terhadap masalah pertanian. “PPL harus bisa memerankan fungsinya dengan melakukan pembinaan organisasi petani dalam usaha penguatan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) untuk menunjang kerja sama dan soliditas petani dalam membentuk team work pertanian. Pemkab Basel juga segera membentuk asosiasi petani guna menciptakan market share pemasaran dari hasil pertanian,” tandasnya.

Sementara, Bupati Basel H Jamro H Jalil, melalui Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Basel, Benny Supratama, menjelaskan Pemkab Basel telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk sektor pertanian mulai percetakan sawah, pembibitan, peningkatan kapasitas petani dan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). “Dalam meningkatkan kesejahteraan usaha petani lainnya, begitu juga dengan kesejahteraan hidup petani baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Terpisah, salah satu petani Desa Bedengong, Kecamatan Payung, Saputra, mengatakan kesan petani sang pemberi makan yang dilaparkan telah lama mengakar. Melalui HTN (Hari Tani Nasional), dia berharap pemerintah mampu mewujudkan harga jual hasil produksi petani yang lebih tinggi serta mudah dan murahnya harga jual pupuk, sehingga tujuan Basel Makmur 2015 bukan hanya suatu harapan tetapi menjadi kenyataan. “Kami sebagai petani tentunya mendukung program pemerintah yang pro rakyat, apalagi program tersebut berkenaan dengan petani,” tegasnya.

Saat RB mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas Pertanian Pemkab Basel, Efendi Ali, terkait peningkatan hasil pertanian dan upaya apa saja yang harus dilakukan agar target Basel Makmur 2015 tercapai, hingga berita ini diturunkan pihaknya belum bisa memberikan jawaban. (tom)

By FRAKSI PKS DPRD BASEL 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s